
Setiap kita ingi mencapi tujuan . baik karir , bahkan pengembangan pribadi, tentuya sangat sadar untuk menggenjot power . di zaman dulu jabatab atau kewenngan yang kita miliki sering kita gunakan sebagai kekuatan yang paling utama . namun kini semakin kita sadari bahwa kemampuan pribadi , kemampuan persuasi dan lobby, memberikan power yang besar.
Kekuatan pengaruh pribadi, bahkan kekuasaan yang sering menyertai jabatan tidak perlu 'dipaksakan' ke orang lain ataupun publik, tetapi juga tidak bisa datang begitusaja. Setiap individu yang perlu meyakinkan orang lain terutama bukan sekedar untuk membeli produk atau jasa , tetapi mendukuna filosofi, visi dan misi.
Menjual diri tidak bisa instan
Dalam bukunya, dig your well before you'r thirsty, Harvey macKay mengatakan bahwa setiap orang memiliki aspek daya jual, baik itu seputar pengalaman, pengetahuan, ketermpilan, kompetensi, minat, sasaran, maupun visi tentunya aspek ini makin besarkekuatannya bila telah dipraktikan secara intensif dalam kehidupan sehari-hari.. Pertanyaannya adalah sudahkah 'modal' ini dijajakan keliling, justru jauh-jauh hari sebelum diperukan?.
kegiatan-kegiatan lobby seperti bertukar pendapat, menilis di media, menelfon orangorang penting memenga pada akhirnya bersasaran agar kita bukan saja "mengenal", tetapijuga dikenal orang lain . semua upaya ini tentunya perlu dilakukan jauh-jauh hari, sehinga kita tidak terkesan sebagai orang yang hanya mau mendekati orang lain bila ada maunya.
Kegiatan networking perrlu dijadikan kegiatan rutin, target ntworking adalah dimiliki sebuah jaringan pertemanan yang kuat. Dilingkunan inilah kita perlu aktif memberikan kostribusi, menolong, menyumbang keahlian, memberi saran, pendapat dan dukungan dalam lingkunan network kita. Sehingga saat kiata kita membutuhkan, dengan sendirinya orang yang berada dalam ntwok kita otomatis memberi dukungan. Hanya bila network kita kuat, maka kia bisa menyabarkan pengaruh lebih efektif, sekaligus melakuka lobby untuk mendapatkan apa yang kita inginkan "keep your friends close and your enemies closer."
Fleksibel namun punya visi super jelas
Sangat efektif bila setiap individu tahu menggunakan pesona pribadi untuk menyampaikan pendapat dan mempengaruhi orang lain. Kegiatan lobby akan makin mantap bila individu mampu menggambarkan isu, gerakan , prinsip beserta solusi dan alasannya dengan tepat daan persuasif. Sulit untuk bisa memukau orang untuk bisa mengubah keputusan atau mendukung sebuah tujuan, bila individu yang mempengaruhi tidak kuat bahkan tidak menguasai substansi persoalan, dalam bicaranya. Menyadari bahwa dalam kegiatan lobby terjadi pertukaran informasi, pendapat, pengalaman, bahkan kenalan, walau tampil fleksibel dan berperan sebagai pendengar yang baik, perlu obsesif terhadap prinsip, ideologi serta visi yang diasasnya.
"Lobbying", butuh kreatifitas
Didunia maya terpopuler zaman sekarang, "facebook" , kita bisa menyaksikan ribuan gerakan kretif yang dimulai oleh satu orang individu. Kita sering lupa bahwa lobby sangat dibutuhkan, sangat demokretis dan juga butuh kreatifitas. Justru kegiatan lobby yang digerakan individu pula kita tidak jarang bisa menmukan solusi-solusi yang tidak pernah terfikirkan sebelumnya.


